Nganjuk– Seorang warga Desa Mancon dengan sabar membersihkan setiap sudut kolam yang sudah lama tak terisi air, menyisir lumut dan kotoran yang menumpuk bertahun-tahun. Ia berniat menghidupkan kembali usaha budidaya lele konsumsinya setelah mendengar bahwa dapur SPPG di wilayah Kecamatan Wilangan mulai beroperasi penuh. Meskipun kenangan pahit pernah ia alami saat pasar sepi, ia memilih untuk melangkah maju dengan tekad baru.
Menurutnya, kehadiran dapur SPPG adalah jawaban atas pertanyaan yang selama ini mengganjal di pikirannya: ke mana hasil panen akan dijual? Kali ini, ia memiliki bayangan pembeli yang lebih jelas dan kebutuhan yang terukur, sehingga ia bisa merencanakan produksinya dengan lebih baik. Ia pun memutuskan untuk memperbaiki semua perlengkapan kolam agar siap menyambut ribuan bibit lele dalam waktu dekat.
Aiptu Wawan Sriwanto, Bhabinkamtibmas Desa Mancon, datang menyapa dan langsung tergerak untuk memberikan dukungan penuh atas inisiatif tersebut. Ia memberi saran tentang pilihan pakan yang tepat dan pola tebar yang ideal agar pertumbuhan lele optimal. "Saya lihat semangatnya sudah beda sekarang, ini pertanda baik," ujarnya dengan nada optimis.
Lebih lanjut, Aiptu Wawan berharap agar kolam ini tidak berhenti di satu titik, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi warga lain yang tertarik. Ia mengusulkan agar pemilik kolam mencatat setiap perkembangan dan berbagi pengalamannya secara sukarela kepada siapa pun yang ingin belajar. Dengan cara itu, ia yakin ketahanan pangan di Desa Mancon akan terbangun secara organik dari bawah.
Pemilik kolam menyambut baik usulan itu dan berencana membuat catatan sederhana tentang proses budidaya yang ia jalani. Ia merasa bahwa berbagi pengetahuan adalah langkah mulia yang bisa membuat usahanya lebih bermakna. Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah desa bisa memberikan dukungan berupa pelatihan atau bantuan teknis tambahan.
Kapolres Nganjuk menilai langkah yang diambil warga Desa Mancon ini sangat sejalan dengan program ketahanan pangan nasional. Ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meniru pola pendekatan yang dilakukan Aiptu Wawan dalam mendampingi masyarakat. Dengan kolaborasi yang erat antara polisi dan warga, ketahanan pangan bukan hanya mimpi tetapi kenyataan yang sedang diwujudkan. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar