Nganjuk- Ketika Bripka Agus Pamungkas melangkahkan kaki ke areal pertanian Desa Sawahan, ia tidak hanya melihat hamparan sayuran hijau, tetapi juga sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana kerja keras dan kebersamaan dapat mengubah nasib. Petani kacang panjang di desa ini telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan, terutama sejak program Makan Bergizi Gratis kembali bergulir dan meningkatkan permintaan sayuran secara signifikan. Bripka Agus menyatakan bahwa Desa Sawahan layak menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk dalam mengoptimalkan potensi pertanian mereka.
Dalam kunjungannya, Bripka Agus mendengar langsung bagaimana para petani saling bahu-membahu menghadapi tantangan, mulai dari pengaturan jadwal tanam hingga distribusi hasil panen. Semangat gotong royong yang kental menjadi kunci utama keberhasilan mereka, dan Bripka Agus menilai bahwa nilai-nilai ini harus terus dijaga dan ditularkan. Ia juga menekankan bahwa peran petani tidak lagi bisa dipandang sebelah mata, karena mereka adalah garda terdepan dalam memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas bagi masyarakat luas.
Bripka Agus berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih pada desa-desa dengan potensi pertanian seperti Sawahan. Menurutnya, dengan dukungan infrastruktur, akses pemasaran, dan pendampingan teknis yang memadai, desa-desa ini dapat berkembang menjadi sentra produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pangan regional maupun nasional. Ia berjanji akan terus mengadvokasi potensi Desa Sawahan di setiap kesempatan, agar mereka tidak hanya dikenal sebagai desa petani biasa, tetapi sebagai ikon ketahanan pangan di Jawa Timur.
Di akhir sambangnya, Bripka Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan apresiasi yang lebih besar kepada para petani. "Mereka adalah pahlawan pangan kita," ujarnya penuh penghormatan. Dengan semangat inspiratif ini, Bripka Agus berharap cerita sukses Desa Sawahan dapat menggerakkan hati banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam membangun kemandirian pangan di seluruh pelosok Nusantara.(Avs)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar