Kupang- Duka menyelimuti Pulau Flores setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi, namun di tengah kepedihan itu, semangat gotong royong dan respons cepat dari berbagai pihak mulai terlihat . Polda NTT bersama Polres jajaran langsung mengerahkan 845 personel Polri ke wilayah terdampak, yang terdiri dari 168 personel Polda NTT dan 677 personel Polres jajaran . Tidak berhenti di situ, sebanyak 821 personel dari berbagai instansi terkait turut dilibatkan, menciptakan kekuatan gabungan total 1.666 personel yang bergerak secara terpadu di lapangan . Kolaborasi lintas instansi ini menjadi kunci untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian korban, dan distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan .
Kekuatan terbesar dari personel Polres jajaran berada di Polres Ende dengan 182 personel, diikuti Polres Manggarai Timur dengan 150 personel dan Polres Manggarai dengan 100 personel . Jumlah ini selaras dengan laporan bahwa wilayah utara Pulau Flores, termasuk Maumere dan sekitarnya, menjadi daerah yang paling terdampak guncangan . Hingga Sabtu malam, tercatat 197 bangunan rusak di enam kabupaten, dengan 186 rumah warga dan 11 fasilitas publik seperti sekolah, kantor, fasilitas kesehatan, dan tempat ibadah . Dari jumlah itu, 108 rumah mengalami kerusakan berat, 39 rusak sedang, 25 rusak ringan, dan 23 hancur total . Data ini masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh tim di lapangan .
Personel yang dikerahkan tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga menjalankan berbagai fungsi penting dalam penanganan darurat. Tim DVI diterjunkan untuk mengidentifikasi korban meninggal secara ilmiah, tim kesehatan dan trauma healing memberikan pelayanan medis dan dukungan psikologis, sementara unit K-9 dan SAR Brimob menyisir lokasi-lokasi yang sulit dijangkau untuk mencari korban yang mungkin masih tertimbun . Satlantas melakukan pengaturan lalu lintas untuk membuka jalur prioritas, Samapta mengamankan lokasi pengungsian, dan Reskrim mengantisipasi potensi kejahatan seperti penjarahan dan penipuan . Polda NTT juga membentuk Command Crisis Center di tingkat Polres dan Polsek sebagai pusat koordinasi penanganan di lapangan .
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa Polda NTT dan Polres jajaran terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah terdampak . Personel diarahkan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap proses penanganan, dan Polri bersama seluruh instansi terkait akan terus bergerak serta berkoordinasi untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan . Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko juga menekankan bahwa kehadiran Polri tidak berhenti pada proses evakuasi, tetapi akan terus mendampingi masyarakat hingga tahapan pemulihan selesai . Dengan kolaborasi penuh dari semua pihak, Polda NTT optimis penanganan bencana Flores dapat berjalan cepat, terukur, dan humanis, membawa harapan baru bagi ribuan warga yang kini mengungsi dan kehilangan tempat tinggal . (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar