Di Lantai Masjid Nurul-Huda, Dansatgas SAR dan Warga Reo Berbagi Nasi dan Asa - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Jumat, 28 Agustus 2026

Di Lantai Masjid Nurul-Huda, Dansatgas SAR dan Warga Reo Berbagi Nasi dan Asa


Manggarai- Di sudut Desa Reok yang masih berselimut debu dan kepiluan, Masjid Nurul-Huda menjadi saksi bisu dari sebuah pertemuan yang mengubah relasi antara tim penyelamat dan korban bencana menjadi ikatan persaudaraan yang tak terputuskan. Jumat (28/8) siang, Kombes Pol Hasripuddin memilih untuk tidak berada di posko komando atau helikopter pengintai, melainkan duduk di lantai masjid yang retak, bersimpuh bersama warga dalam salat Jumat dan kemudian dalam perjamuan sederhana yang sarat makna. Baginya, menjadi pemimpin dalam misi kemanusiaan berarti menjadi yang pertama turun dan yang terakhir naik, dan pada hari itu ia membuktikannya dengan ketulusan yang menyentuh semua yang hadir.


Suasana khusyuk salat Jumat yang dipimpin oleh imam setempat menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kekuatan spiritual adalah salah satu pilar penting yang tidak boleh diabaikan dalam proses pemulihan. Setelah salam terakhir diucapkan, suasana berubah menjadi lebih santai namun tetap penuh kehangatan ketika nasi bungkus dan lauk sederhana mulai dibagikan kepada semua jamaah yang hadir, tanpa kecuali. Kombes Pol Hasripuddin terlihat mengambil porsi yang sama dengan warga lainnya, duduk di antara mereka dan memulai percakapan ringan tentang kehidupan sebelum dan sesudah gempa mengguncang kampung halaman mereka.


Warga yang awalnya canggung dan sungkan untuk berbicara mulai terbuka, menceritakan pengalaman traumatis saat gempa pertama kali mengguncang dan bagaimana mereka berlarian keluar rumah dengan hanya membawa anak-anak dan pakaian yang melekat di badan. Mereka juga menyampaikan kekhawatiran tentang masa depan, tentang apakah mereka bisa membangun kembali rumah dan kehidupan yang telah rata dengan tanah. Kombes Pol Hasripuddin mendengarkan dengan penuh empati, menawarkan bantuan teknis dan juga dukungan moral yang membuat warga merasa bahwa ada tangan kuat yang siap menopang mereka di saat paling rapuh.


Dalam kesempatan itu, para tokoh masyarakat setempat mengusulkan pembentukan tim relawan desa yang akan bekerja sama dengan Satgas SAR dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari evakuasi hingga rekonstruksi jangka panjang. Kombes Pol Hasripuddin menyambut usulan ini dengan antusias, karena ia melihat bahwa keterlibatan warga adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap program bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan. Ia berjanji akan memberikan pelatihan dasar kepada relawan desa tentang penanganan bencana, sehingga mereka tidak lagi menjadi korban pasif tetapi menjadi pelaku aktif dalam proses pemulihan komunitas mereka sendiri.


Kegiatan makan bersama yang awalnya hanya direncanakan sebagai agenda seremonial ternyata berkembang menjadi forum diskusi yang produktif, di mana berbagai aspirasi dan keluhan warga tertampung dan mendapatkan respons cepat dari Dansatgas. Kombes Pol Hasripuddin mencatat semua masukan dengan teliti, mulai dari kebutuhan tenda tambahan hingga permintaan bantuan psikologis bagi anak-anak yang masih ketakutan setiap kali mendengar suara gemuruh. Ia berkomitmen untuk menyampaikan semua ini ke tingkat komando atas, agar bantuan yang turun tidak hanya bersifat fisik tetapi juga holistik, mencakup aspek mental dan sosial yang sama pentingnya.


Di penghujung acara yang diwarnai senyum dan air mata ini, Kombes Pol Hasripuddin menyampaikan bahwa kedekatan yang ia bangun dengan warga Reo bukanlah taktik atau strategi, melainkan panggilan nurani yang harus diikuti oleh setiap aparat yang mengemban tugas kemanusiaan. "Di sini saya belajar bahwa kepemimpinan sejati diukur dari seberapa dalam kita bisa merasakan penderitaan orang lain dan seberapa besar kita mau berbagi kebahagiaan kecil bersama mereka," ujarnya dengan nada haru. Di lantai Masjid Nurul-Huda, nasi yang disantap bersama-sama telah menjadi lebih dari sekadar makanan, melainkan lambang dari harapan baru yang mulai tumbuh di antara reruntuhan, sebuah pengingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan paling dahsyat untuk mengalahkan segala bentuk keputusasaan. (Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Polri Hormati Hak Berpendapat, Tetapi Tindakan Anarkis Tidak Boleh Menang di Jakarta

Jakarta- Pelaksanaan penyampaian aspirasi di depan Gedung MPR/DPR RI pada Kamis (27/8/2026) menjadi momen penting bagi Polri dalam menunjukk...

Post Bottom Ad