Di Balik Seragam Brimob: Menyembuhkan Luka yang Tak Terlihat di Pengungsian Gempa NTT - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Minggu, 23 Agustus 2026

Di Balik Seragam Brimob: Menyembuhkan Luka yang Tak Terlihat di Pengungsian Gempa NTT


Manggarai- Ada luka yang tidak bisa diobati dengan perban, ada ketakutan yang tidak bisa ditenangkan dengan sekadar atap darurat, dan itulah yang menjadi fokus utama Brimob saat mereka menyapa para pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur. Sepuluh personel yang dipimpin AKP Roy Ronaldo Dansu memilih pendekatan berbeda: mereka duduk di lantai, bermain kelereng, dan bernyanyi bersama anak-anak di Posko Barangkolong, seolah-olah tidak ada dinding pengungsian yang memisahkan mereka. Momen-momen kecil ini menjadi terapi yang ampuh, karena anak-anak yang awalnya diam dan canggung perlahan membuka diri, mulai berbicara, dan pada akhirnya tertawa lepas, menunjukkan bahwa semangat mereka mulai bangkit kembali.


Kehadiran Brimob di tengah anak-anak bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan bahwa trauma adalah musuh senyap yang bisa merenggut masa depan jika dibiarkan, dan mereka bertekad untuk mengalahkannya dengan kasih sayang. Di pasar TPI Mata Air, Iptu dr. David Yohan mengarahkan tim kesehatan untuk membagikan vitamin secara gratis, sebuah langkah kecil namun vital untuk memastikan warga tetap bugar di tengah keterbatasan pasokan makanan bergizi. Mereka menyusuri lorong-lorong pasar, menyapa pedagang dan pembeli, mengingatkan bahwa menjaga kesehatan di masa bencana adalah tanggung jawab bersama, dan Brimob siap menjadi garda terdepan dalam memberikan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau.


Sementara itu, jauh di pelosok Manggarai Timur, Ipda Ahmad Hariri memimpin 15 personel untuk mengevakuasi barang-barang berharga warga di Kampung Nanga Lirang, sebuah tugas yang membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian ekstra karena medan yang sulit dan bangunan yang masih berpotensi runtuh. Mereka tidak hanya membawa peralatan berat, tetapi juga membawa rasa empati yang mendalam, memahami bahwa setiap dokumen dan benda yang mereka selamatkan adalah bagian dari sejarah hidup keluarga yang terdampak. Kerja keras mereka membuahkan hasil ketika warga mulai menunjukkan raut lega, mengetahui bahwa kenangan dan identitas mereka tidak hilang bersama reruntuhan.


Semua upaya ini mengukuhkan satu fakta: bahwa Brimob hadir sebagai lebih dari sekadar aparat keamanan; mereka adalah sahabat, tenaga medis, dan penjaga aset berharga bagi masyarakat yang sedang terpuruk. Dari anak-anak hingga orang tua, dari masalah psikologis hingga masalah kesehatan dan material, mereka menawarkan solusi yang menyentuh semua lini kehidupan. Pada akhirnya, yang diharapkan dari kehadiran mereka adalah bukan hanya pemulihan fisik, tetapi juga munculnya keyakinan baru di hati setiap pengungsi, bahwa dari puing-puing bencana, kebersamaan dan kepedulian akan melahirkan kekuatan untuk memulai kembali, selangkah demi selangkah, tanpa meninggalkan siapa pun di belakang.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Armada Tangki Polres Gresik Disambut Antusias Warga Tiga Desa di Balongpanggang

Gresik-Warga Desa Wahas, Ganggang, dan Pacuh menyambut antusias kedatangan armada tangki air bersih dari Polres Gresik. Aksi sosial "Po...

Post Bottom Ad