Dari Kopi Curhat hingga Daur Sampah, Bhabinkamtibmas Jateng Buktikan Polisi Melek Sosial - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Sabtu, 29 Agustus 2026

Dari Kopi Curhat hingga Daur Sampah, Bhabinkamtibmas Jateng Buktikan Polisi Melek Sosial


Boyolali- Tim Kompolnas melakukan visitasi ke dua wilayah di Jawa Tengah, Kamis (27/8), untuk menilai langsung inovasi Bhabinkamtibmas yang masuk nominasi Kompolnas Awards 2026. Di Polsek Mertoyudan, Aiptu Dilia Eka Sari mengusung program pengelolaan sampah berbasis 3R, sementara di Polsek Nogosari, Brigadir Agus Kurniawan menghadirkan KOPI CURHAT PAKBHABIN yang memanfaatkan media sosial sebagai ruang dialog dengan warga. Anggota Kompolnas Dr. Yusuf menyebut visitasi ini penting untuk melihat konsistensi dan dampak nyata inovasi di lapangan.


Program yang digagas Aiptu Dilia berhasil mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari kompos, pakan magot, hingga barang daur ulang kreatif yang dijual ke pasar. Masyarakat diajak memilah sampah dari rumah, sehingga timbunan sampah berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih serta sehat. Inovasi ini juga membuka peluang usaha mandiri bagi warga dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar Desa Mertoyudan.


Konsistensi Aiptu Dilia dalam menjalankan program ini mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan, termasuk Juara 1 Bhabinkamtibmas Teladan Polda Jateng 2026. Ia tidak hanya menjadi penggagas, tetapi juga aktif mendampingi warga dalam setiap proses, dari pemilahan hingga pemasaran hasil daur ulang. Kehadirannya di tengah masyarakat menjadi energi positif yang mendorong partisipasi kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.


Di Polsek Nogosari, Brigadir Agus membangun kedekatan dengan warga melalui program ngopi sambil curhat yang kini memiliki jutaan pengikut di media sosial. Konsep santai ini berhasil membuka ruang dialog yang lebih terbuka, di mana warga merasa nyaman menyampaikan keluhan tentang berbagai persoalan, mulai dari keluarga hingga kamtibmas. Pendapatan dari monetisasi konten digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, menunjukkan bahwa inovasi ini juga berdampak pada kesejahteraan sosial.


Kedua program ini menjadi contoh bahwa pendekatan kepolisian bisa dilakukan dengan cara yang humanis dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dr. Yusuf menekankan bahwa inovasi seperti ini harus terus didorong dan dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia. "Polisi harus hadir di tengah masyarakat, mendengar apa yang menjadi persoalan mereka, dan bersama-sama mencari jalan keluarnya," jelasnya.


Kompolnas Awards 2026 menjadi ajang apresiasi bagi personel Polri yang berinovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kunjungan ke Magelang dan Boyolali membuktikan bahwa Bhabinkamtibmas bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya, tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga menciptakan solusi atas berbagai persoalan sosial. Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam membangun hubungan yang lebih dekat dan harmonis antara polisi dan masyarakat. (Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Polri Hormati Hak Berpendapat, Tetapi Tindakan Anarkis Tidak Boleh Menang di Jakarta

Jakarta- Pelaksanaan penyampaian aspirasi di depan Gedung MPR/DPR RI pada Kamis (27/8/2026) menjadi momen penting bagi Polri dalam menunjukk...

Post Bottom Ad