Dari 1961 ke Indonesia Emas 2045: Irjen Pol (Purn) Susilo Ingatkan Pramuka sebagai Kader Bangsa - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Kamis, 13 Agustus 2026

Dari 1961 ke Indonesia Emas 2045: Irjen Pol (Purn) Susilo Ingatkan Pramuka sebagai Kader Bangsa

Jakarta- Sejak Panji Gerakan Pramuka pertama kali dikibarkan pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia dalam membentuk generasi muda yang berkarakter. Menjelang peringatan Hari Pramuka ke-65, Irjen Pol (Purn) Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., dalam refleksinya pada Kamis (13/8/2026) mengingatkan bahwa perjalanan panjang ini harus terus dijaga dan diarahkan menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Sebagai Kasatgas Pusat Studi Kepolisian dan Dosen Kepolisian Utama di STIK-PTIK, Susilo menekankan bahwa Pramuka memiliki peran strategis dalam mencetak kader-kader bangsa yang akan memimpin Indonesia di masa depan.


Susilo menjelaskan bahwa secara historis, 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka karena pada tanggal tersebut Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat dan Panji Gerakan Pramuka dianugerahkan. Namun, ia mengingatkan bahwa peringatan hari lahir Pramuka tidak cukup hanya diisi dengan upacara dan perkemahan. Ada hal yang lebih penting, yaitu memastikan nilai kepramukaan benar-benar hidup dalam karakter generasi muda. "Hari Pramuka tidak boleh sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan harus bertransformasi dari scout in the forest menjadi scout in the digital society guna mencetak pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.


Dengan landasan UU Nomor 12 Tahun 2010, Gerakan Pramuka memiliki tujuan yang sangat jelas, yaitu membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung nilai luhur bangsa, memiliki kecakapan hidup, serta mampu menjadi kader bangsa dalam menjaga dan membangun NKRI. Susilo menekankan bahwa tujuan ini harus menjadi fokus utama, bukan sekadar formalitas yang dijalankan tanpa pemahaman mendalam. Pramuka harus menjadi wahana efektif untuk membentuk karakter generasi muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa.


Melalui refleksi historis dan pandangan ke depan, Susilo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Hari Pramuka sebagai momentum kebangkitan semangat kepramukaan. "Jangan sampai kita setiap tahun merayakan Hari Pramuka, tetapi lupa menanyakan apakah semangat kepramukaan masih hidup dalam kehidupan dan keseharian kita," ungkapnya. Dengan menjaga api kepramukaan tetap menyala, Indonesia akan memiliki generasi pemimpin yang tangguh, berkarakter, dan siap mengawal perjalanan bangsa menuju kejayaan di tahun 2045.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Target Donasi hingga Rp400 Ribu, Bareskrim Bekuk Pelaku Live Pornografi

Jakarta- Jaringan live streaming pornografi dengan target donasi hingga Rp400 ribu berhasil diungkap Bareskrim Polri. Enam tersangka diamank...

Post Bottom Ad