Jakarta- Polri mencatatkan 175 kegiatan lapangan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan 200 peserta didik bersama Bhabinkamtibmas di empat Polda prioritas sejak 27 Agustus 2026. Dari total tersebut, 97 kegiatan merupakan edukasi, penyuluhan, dan sosialisasi langsung kepada masyarakat yang menjadi tulang punggung strategi pencegahan dari hulu. Kegiatan lainnya meliputi koordinasi lintas sektoral, pemetaan wilayah rawan, bantuan kemanusiaan, pemadaman titik api, hingga kegiatan spiritual seperti Shalat Istisqa.
Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar dengan 104 personel yang melaksanakan 91 kegiatan, di mana 55 di antaranya berupa edukasi dan penyuluhan kepada warga. Mereka juga melakukan 16 koordinasi lintas sektoral dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, serta 7 bantuan fisik lapangan dan pemadaman. Keberhasilan di Kabupaten Melawi dalam mendorong deklarasi komitmen warga menjadi salah satu pencapaian penting dari operasi ini.
Di Kalimantan Tengah, 48 peserta didik melaksanakan 27 kegiatan yang mencakup edukasi, pemetaan hotspot, dan bantuan pemadaman. Sebanyak 16 kegiatan berupa penyuluhan tentang bahaya karhutla, dampak kesehatan, dan konsekuensi hukum, sementara 7 kegiatan fokus pada pemetaan dan koordinasi lintas instansi. Ketika ditemukan titik api, personel langsung membantu proses pemadaman agar kebakaran tidak meluas.
Sumatera Selatan mencatatkan 41 kegiatan dari 38 personel yang tersebar di 9 wilayah Polres jajaran, dengan 19 kegiatan edukasi yang menjangkau kelompok tani, rumah ibadah, hingga ruang publik. Mereka juga membagikan masker dan bantuan sembako, memasang poster, serta mengecek kesiapan peralatan pemadaman dan hotspot. Koordinasi dengan BNPB dan TNI menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
Kalimantan Timur dengan 10 personel di empat wilayah telah melaksanakan 16 kegiatan, terdiri dari 7 edukasi, 3 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 3 kegiatan spiritual, dan 3 kegiatan sinergitas instansi. Shalat Istisqa digelar di tiga lokasi sebagai bentuk pendekatan spiritual yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Para peserta didik juga memberikan pelatihan pemetaan dan mitigasi kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta.
Karo Penmas Polri menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, karena pencegahan karhutla membutuhkan gerakan yang berkelanjutan. Masyarakat diimbau untuk menjadi garda terdepan dengan tidak membakar lahan, melaporkan titik api, dan aktif menjaga lingkungan. Polri memastikan edukasi berjalan seiring dengan deteksi dini, pemadaman, dan penegakan hukum untuk melindungi masyarakat dari ancaman karhutla. (Avs)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar