Nganjuk- Musim kemarau dengan suhu tinggi menjadi momok bagi para petani, termasuk di Desa Nglundo. Namun, semangat ketahanan pangan tidak surut. Pada Jumat (24/7/2026), Bhabinkamtibmas Desa Nglundo, Aipda Lamino, turun ke lahan pertanian untuk memantau kondisi tanaman cabai sekaligus mengecek kecukupan air bagi warga binaannya. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat Polri terhadap dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengancam produktivitas pertanian.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi petani di musim kemarau. "Cuaca panas yang ekstrem dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman jika tidak diantisipasi dengan baik. Kami hadir melalui Bhabinkamtibmas untuk memastikan petani mendapatkan dukungan moral dan teknis," ujarnya. Ia menekankan bahwa efisiensi penggunaan air adalah kunci utama agar tanaman cabai tetap terhidrasi tanpa membuang-buang sumber daya.
Saat memantau lahan, Aipda Lamino tidak hanya memeriksa kondisi tanaman, tetapi juga berbincang dengan petani tentang strategi penyiraman yang efektif. Ia menyarankan agar petani membuat jadwal penyiraman yang teratur dan memanfaatkan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah. "Cabai ini butuh perhatian ekstra di musim panas. Jangan sampai layu karena kekurangan air. Kita atur jadwalnya bersama," ujarnya sambil mencatat kondisi masing-masing lahan.
AKP Mujianto, Kapolsek Sukomoro, menegaskan bahwa pendampingan ini akan terus dilakukan secara intensif. "Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lahan cabai di Nglundo yang terbengkalai. Petani harus tetap optimis dan terus merawat tanamannya. Dengan kerja sama yang baik, hasil panen yang berkualitas tetap bisa diraih meskipun menghadapi tantangan cuaca," tutupnya penuh semangat.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar