Bhabinkamtibmas Mojorembun: Kedelai Bukan Hanya untuk Tahu Tempe, Tapi Juga untuk Ketahanan Pangan Keluarga - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Rabu, 03 Juni 2026

Bhabinkamtibmas Mojorembun: Kedelai Bukan Hanya untuk Tahu Tempe, Tapi Juga untuk Ketahanan Pangan Keluarga



Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kedelai identik dengan tahu dan tempe yang murah meriah. Namun, di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, kedelai dimaknai lebih dari itu. Pada Kamis (4/6/2026), Bhabinkamtibmas Aipda Priyono melaksanakan pemantauan pemanfaatan lahan persawahan dan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga binaannya yang menanam kedelai sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Tanaman ini dipilih karena memiliki nilai gizi yang tinggi dan nilai ekonomi yang cukup baik, sehingga selain untuk konsumsi sendiri, hasil panen kedelai juga bisa dijual untuk menambah pendapatan. Aipda Priyono hadir untuk memastikan bahwa setiap keluarga di Mojorembun bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan protein nabati dari kebun mereka sendiri. Inilah Polri yang hadir untuk kesejahteraan rakyat.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir memberikan pendampingan dan motivasi kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan yang ada menjadi sumber pangan produktif dan bernilai manfaat. Beliau menjelaskan bahwa ketahanan pangan keluarga adalah fondasi dari ketahanan pangan nasional, dan kedelai adalah salah satu komoditas yang bisa memperkuat fondasi itu. Aipda Priyono di lapangan melakukan pengecekan perkembangan tanaman kedelai sekaligus berdialog dengan warga tentang pola perawatan, pengairan, dan pemupukan agar hasil panen optimal. Dengan pendampingan ini, setiap keluarga diharapkan tidak hanya memahami cara menanam kedelai, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

Saat berkeliling lahan pertanian, Aipda Priyono dengan sabar mendengarkan cerita warga tentang manfaat menanam kedelai, mulai dari hemat pengeluaran belanja tahu tempe hingga bisa berbagi hasil panen dengan tetangga. Warga pun tampak bersemangat karena mereka merasa didukung penuh oleh aparat kepolisian yang dekat dengan mereka. Kapolsek Rejoso, AKP Totok Hariyanto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong anggota untuk aktif mendukung masyarakat dalam kegiatan pertanian dan pemanfaatan lahan produktif. Menurutnya, ketika ketahanan pangan keluarga kuat, maka desa akan kuat, dan ketika desa kuat, maka ketahanan pangan nasional akan kokoh.

Penutup dari cerita ini adalah bahwa kedelai bukan sekadar bahan baku tahu dan tempe, tetapi juga simbol kemandirian pangan keluarga. Aipda Priyono telah menggerakkan warga Mojorembun untuk melihat kedelai sebagai peluang, bukan sekadar tanaman biasa. AKP Totok Hariyanto berharap pemanfaatan lahan persawahan maupun Pekarangan Pangan Bergizi ini dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. Karena ketika setiap keluarga memiliki kebun kedelai sendiri, maka mereka tidak perlu khawatir tentang harga tahu tempe yang naik, dan mereka bisa tersenyum karena pangan keluarga terjamin. Mari kita tiru Mojorembun, tanam kedelai di pekarangan kita, dan bangun ketahanan pangan keluarga dari hal yang paling dekat dengan kita.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Kebetulan, Polres Magetan Raih IKPA Sempurna 100 Berkat Kerja Keras Seluruh Personel

Siapa sangka bahwa di balik pelayanan kepolisian yang prima kepada masyarakat, ada sistem pengelolaan keuangan yang bekerja dengan presisi t...

Post Bottom Ad