Senin pagi di Ngadirejo, BRIGPOL Risky Munfarida tidak sedang memburu bandar narkoba. Ia justru memburu kesalahan teknis yang selama ini dilakukan petani cabai: jarak tanam yang terlalu rapat. Perburuan ini dilakukan di lahan P2B warga.
Sebagai penggerak ketahanan pangan, Risky paham bahwa produktivitas cabai sangat ditentukan oleh ruang tumbuh. Tanaman yang saling berdesakan akan menghasilkan buah kecil dan sedikit.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa peran aktif Bhabinkamtibmas di sektor pertanian adalah investasi jangka panjang. Masyarakat yang paham teknik budidaya akan lebih mandiri secara pangan.
Di lokasi, Risky menunjukkan perbandingan dua pola tanam. Yang satu rapat, yang satu sesuai standar. Perbedaannya sangat terlihat meskipun usia tanaman sama.
Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi mendukung penuh inisiatif ini. Menurutnya, anggota yang mau turun ke pekarangan warga adalah aset berharga bagi institusi.
Setelah mendapatkan arahan, warga mulai berani mengoreksi tanamannya. Ada antusiasme baru bahwa cabai bukanlah komoditas sulit jika tekniknya benar.
Bukan hanya hasil panen yang akan meningkat, tetapi juga rasa percaya diri warga bahwa mereka bisa mengelola lahannya sendiri. Dan itu semua berawal dari jarak tanam yang benar.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar